
Aktivis – Indonesia.Co.Id | Bogor Jawa Barat — Para Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Mengenal Sejarah Bandung Lautan Api sebagai Wujud Menumbuhkan Rasa Nasionalisme” di SMA Negeri 1 Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (13/5). Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda melalui pemahaman sejarah perjuangan bangsa sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di Republik Indonesia.
Mahasiswa Universitas BSI Tanamkan Semangat Nasionalisme Lewat Sosialisasi Sejarah Bandung Lautan Api Di SMA Negeri 1 Cibungbulang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
Sebanyak 38 siswa mengikuti sosialisasi yang dikemas secara interaktif agar materi sejarah tidak hanya dipahami sebagai peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi inspirasi dalam membangun karakter yang cinta tanah air, berintegritas, dan bertanggung jawab di era digital. Peristiwa Bandung Lautan Api diangkat sebagai contoh nyata semangat perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan diawali dengan pemutaran video dokumenter singkat mengenai Bandung Lautan Api untuk membangun pemahaman awal peserta. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi mengenai makna perjuangan para pahlawan, pentingnya bela negara, serta implementasi nilai-nilai nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Materi juga dikaitkan dengan tantangan generasi muda saat ini, seperti penyebaran hoaks, rendahnya literasi digital, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Agar suasana pembelajaran lebih menarik, mahasiswa mengajak siswa mengikuti diskusi kelompok melalui kegiatan bertajuk “Aksi Bumi Hangus Versi Modern”. Dalam sesi tersebut, para siswa diminta menyampaikan berbagai tindakan positif yang dapat dilakukan sebagai bentuk cinta tanah air, seperti menghilangkan kebiasaan malas belajar, menolak perundungan, menjaga toleransi, serta menggunakan media sosial secara bijak. Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mampu menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pada sesi evaluasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Kepala kampus UBSI kampus Bogor, Sugiono, menyampaikan bahwa penanaman nilai-nilai nasionalisme perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda tidak hanya memahami sejarah sebagai peristiwa masa lalu, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sejarah bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi menjadi sumber inspirasi dalam membentuk karakter generasi muda. Kami berharap melalui kegiatan ini siswa dapat memahami makna perjuangan para pahlawan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, toleransi, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Pada Hari Rabu ( 01 Jully 2026 ).
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa UBSI berharap nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pahlawan dapat terus tumbuh di kalangan pelajar. Dengan memahami sejarah bangsa, generasi muda diharapkan mampu menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki semangat kebangsaan, serta siap berkontribusi dalam menjaga persatuan dan kemajuan generasi muda anak bangsa Indonesia.
Reporter : Redaksi

