
Aktivis – Indonesia.Co.Id | Bandung Barat – Seorang pria bernama Rohidin Jayakusuma dilaporkan menjadi korban dugaan pengeroyokan serta pengancaman menggunakan senjata tajam oleh seorang pria bernama Nurdin alias Gehu di wilayah Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat.
Informasi ini pertama kali diterima dari rekan sesama wartawan yang menyampaikan kondisi korban usai insiden tersebut. Saat ini, korban mengalami luka serius pada bagian wajah dan tubuh hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat pelaku meminjam sepeda motor milik korban dengan janji akan mengembalikannya dalam waktu dua hari, tepatnya sejak tanggal 15 hingga 17. Namun hingga lebih dari 10 hari berlalu, kendaraan tersebut tak kunjung dikembalikan.
Korban kemudian menanyakan keberadaan motornya kepada pelaku. Saat itu, pelaku berdalih sedang menghadapi masalah hukum terkait dugaan kasus obat-obatan terlarang dan mengaku berstatus DPO, sehingga tidak berani mengantarkan motor tersebut karena takut ditangkap aparat.
Pelaku kemudian meminta korban untuk mengambil sendiri sepeda motor tersebut ke rumahnya. Saat korban tiba, pelaku sempat menjamu korban dengan makan bersama dan berbincang seperti biasa, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun, saat korban hendak mengambil motornya, pelaku terus mengulur waktu hingga menjelang magrib. Pelaku lalu mengajak korban untuk mengambil motor dengan alasan kendaraan berada di atas.
Saat berada di lokasi yang sepi, pelaku tiba-tiba menepi ke pinggir jalan dengan alasan hendak buang air kecil. Dalam situasi tersebut, pelaku meminta korban untuk menghubungi temannya yang mengantar korban.
Ketika korban lengah, pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan golok dan menodongkannya ke leher korban. Korban berusaha menahan serangan tersebut agar tidak mengalami luka fatal.
Dalam kondisi terdesak, korban memilih menjatuhkan diri ke jurang sebagai upaya menyelamatkan diri dan mencari pertolongan dari warga sekitar.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka cukup parah dan kini menjalani perawatan medis. Pihak keluarga dan rekan korban berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat setempat, terutama karena korban disebut merupakan bagian dari kalangan wartawan yang tengah berupaya menagih hak miliknya.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam dan menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Reporter : Redaksi

