
Media Aktivis-Indonesia.co.id | Tanjung Batu – Kebijakan buka-tutup Pelabuhan Sidayang Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan dikeluhkan warga.
Saat tengah malam hingga subuh, pintu portal pelabuhan tertutup rapat. Padahal pelabuhan ini akses warga kampung Pulau Derawan , terutama untuk rujukan ke rumah sakit.
Sejumlah warga mengaku pernah mengalami kejadian memilukan. Pasien sakit kritis terpaksa tertahan berjam-jam di pelabuhan hanya karena menunggu portal dibuka petugas.
Karena tidak ada akses, warga terpaksa menggunakan jembatan titian nelayan di dekat rumah warga.
“Ini darurat! Orang mau mati di speed. Tapi pintunya dikunci. Mau lewat mana? Kami butuh solusi sekarang, bukan besok,” ujar warga kampung Pulau Derawan dengan nada kesal, Minggu [12/07/2026].
Warga mendesak Bupati Berau dan Dinas Perhubungan Kabupaten Berau segera membuat kebijakan baru. Portal wajib dibuka 24 jam untuk kasus darurat. Minimal ada petugas piket dan nomor kontak yang bisa dihubungi kapan saja.
“Jangan tunggu ada yang meninggal dulu baru bertindak. Kami di kepulauan ini taruhannya nyawa,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi melalui pesan chat, salah satu pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Berau bungkam dan tidak memberikan jawaban.
Hingga berita ini diturunkan, pengelola Pelabuhan Sidayang Tanjung Batu belum memberikan keterangan resmi.
Reporter: Samsul

