
Aktivis – Indonesia.Co.Id. | Medan Sumatera Utara – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah ( DPW ) Fabem Sumatera Utara Serta Kaperwil Redaksi Media Aktivis Indonesia & Ketua Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) Sumatera Utara, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah strategis pemerintah menghadirkan kapal induk pertama bagi Indonesia, yang akan dinamakan “Gajah Mada.”
Apresiasi tersebut ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, atas komitmen memperkuat pertahanan nasional dan meningkatkan daya gentar Indonesia di kawasan.
Wakil Ketua DPD Gardu Prabowo Sumut, Ray Pitty Siregar, ST, menyatakan bahwa kehadiran kapal induk ini merupakan tonggak sejarah baru dalam pembangunan kekuatan maritim Indonesia.
“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan maritim yang disegani. Ini bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga bukti nyata transformasi pertahanan nasional yang modern dan berdaya saing,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPW Fabem Sumut, Rinno Hadinata, S.Sos, menilai kebijakan ini sebagai keputusan strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupun Indo-Pasifik.
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Jadi “Gajah Mada”.
Kapal induk yang akan memperkuat TNI Angkatan Laut tersebut adalah Giuseppe Garibaldi, hibah dari Pemerintah Italia. Kapal ini diproduksi oleh perusahaan galangan kapal ternama Italia, Fincantieri.

Secara teknis, kapal ini memiliki panjang 180,2 meter dan mampu melaju dengan kecepatan hingga 30 knot. Dirancang sejak awal sebagai kapal induk berkonsep STOVL (Short Take-Off and Vertical Landing), Giuseppe Garibaldi mampu mengoperasikan hingga 16 unit pesawat tempur AV-8B Harrier II, maupun kombinasi pesawat tempur, helikopter, serta wahana udara nirawak (drone).
Hanggar dan geladaknya masih memenuhi standar operasi NATO, sehingga secara teknis dinilai tetap relevan untuk mendukung operasi modern. Meski berstatus hibah, TNI AL tetap menyiapkan anggaran untuk proses retrofit dan penyesuaian sistem agar selaras dengan kebutuhan operasional nasional dan doktrin pertahanan Indonesia.
Tonggak Sejarah Pertahanan Nasional
Apabila kapal induk ini dioperasikan secara aktif dan fungsional, Indonesia berpotensi menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang benar-benar mengoperasikan kapal induk dalam arti operasional penuh, bukan sekadar simbol kekuatan.
DPD Gardu Prabowo Sumut dan DPW Fabem Sumut menilai langkah ini sebagai bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat kedaulatan negara, menjaga stabilitas kawasan, serta melindungi kepentingan nasional di wilayah perairan strategis.
“Kami percaya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Indonesia akan semakin kokoh sebagai negara maritim yang kuat, modern, dan berdaulat,” tutup pernyataan bersama tersebut.
Reporter : Redaksi

