
aktivis-indonesia.co.id || AGAM —
Satuan Tugas Polisi Kehutanan (Satgas Polhut) UPTD KPHL Unit IV meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengintensifkan patroli di kawasan Nagari Simarasok, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sabtu (31/1/2026).
Langkah preventif ini dilakukan menyusul kondisi cuaca kering akibat tidak adanya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama pada vegetasi yang mulai mengering.
Komandan Satgas Polhut UPTD KPHL Unit IV, Andi Junaidi, S.IP., M.H., mengatakan patroli difokuskan pada upaya deteksi dini guna mencegah kebakaran meluas.
“Patroli pengendalian Karhutla ini merupakan langkah responsif terhadap kondisi cuaca yang mulai ekstrem. Tanpa hujan dalam beberapa hari terakhir, potensi terjadinya kebakaran pada vegetasi kering menjadi cukup tinggi,” ujar Andi kepada Sumbar Times.
Ia menegaskan, kegiatan patroli tidak hanya bersifat pengawasan rutin, tetapi juga sebagai upaya strategis menjaga kelestarian ekosistem hutan.
Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan dan ekonomi masyarakat.
“Selain menjaga kelestarian hutan, prioritas utama kami adalah melindungi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah Sumatera Barat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Satgas Polhut berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu mencegah munculnya titik api (hotspot) serta menjaga kualitas udara dan lingkungan di Kabupaten Agam.

