
PADANG,aktivis-indonesia.co.id — Pemerintah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menunjukkan komitmen serius dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sumatera Barat dengan mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp13,52 triliun(07/01/26).
Anggaran tersebut difokuskan untuk pemulihan sektor-sektor vital guna menunjang kembali aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat terdampak bencana.
Berdasarkan infografis resmi yang dirilis pemerintah, terdapat empat fokus utama penggunaan anggaran infrastruktur tersebut.
Pertama, akses konektivitas, meliputi perbaikan jalan nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, serta pembangunan kembali jembatan yang rusak akibat bencana.
Infrastruktur konektivitas dinilai krusial sebagai urat nadi pergerakan ekonomi dan distribusi logistik masyarakat.Kedua, tata air dan irigasi, yang mencakup normalisasi sungai sebagai langkah antisipasi banjir serta perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung sektor pertanian.
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana berulang sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.Ketiga, sanitasi dan air bersih, melalui perbaikan jaringan SPAM/PDAM, peningkatan sanitasi lingkungan, serta pembenahan kawasan permukiman.
Sektor ini menjadi perhatian penting guna menjamin kesehatan masyarakat pascabencana.
Keempat, fasilitas publik, berupa renovasi gedung sekolah dan madrasah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, serta fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.Pemerintah menegaskan bahwa angka Rp13,52 triliun tersebut khusus untuk sektor infrastruktur.
Sementara itu, terdapat alokasi anggaran terpisah di luar nilai tersebut yang diperuntukkan bagi pembangunan kembali atau renovasi rumah warga yang rusak, serta pemulihan lahan pertanian berupa sawah dan ladang.
Masyarakat sipil diharapkan turut berperan aktif dalam mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi ini agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga Sumatera Barat dapat bangkit lebih kuat dan tangguh pascabencana.(*Ziqro)

