
aktivis-indonesia.co.id | Jakarta — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyatakan dukungan terhadap penguatan peran pemuda dalam isu lingkungan hidup dan kependudukan berkelanjutan melalui Seminar Nasional dan Deklarasi Jaringan Nasional Pemuda Hijau (Jarnas Pemuda Hijau).
Rektor UNJ, Prof. Komarudin, hadir sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan arah pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJPN 2025–2045 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada isu lingkungan hidup, kependudukan, dan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
Prof. Komarudin menyampaikan bahwa tantangan global seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, pertumbuhan penduduk, dan ketimpangan sosial telah berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Dampak tersebut, menurutnya, tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup keluarga, kesehatan, produktivitas ekonomi, serta pendidikan anak.“Perubahan iklim dan kerusakan lingkungan bukan lagi isu akademik, melainkan realitas sosial yang harus direspons secara kolektif,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menghadapi tantangan tersebut karena jumlah yang besar, kapasitas kreativitas, dan kepekaan sosial UNJ, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan lingkungan hidup, riset kependudukan, serta pemberdayaan masyarakat.
Melalui forum ini, UNJ membuka ruang kolaborasi dengan Jarnas Pemuda Hijau, termasuk mendorong pelaksanaan program percontohan pendampingan desa menuju Desa Lestari sebagai langkah konkret gerakan lingkungan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Nasional Pemuda Hijau, G. Borlak, menyatakan bahwa deklarasi ini merupakan gerakan moral untuk membangkitkan kembali kepedulian pemuda terhadap isu lingkungan dan kependudukan.
“Gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata,” tegas Borlak.Borlak yang juga mahasiswa Program Doktor Ilmu Kependudukan dan Lingkungan Hidup UNJ menjelaskan bahwa Jarnas Pemuda Hijau telah melakukan penanaman ribuan pohon di sejumlah daerah, seperti Cirebon dan Sukabumi, sebagai bagian dari mitigasi lingkungan.
Selain itu, organisasi ini menargetkan pembentukan basis data anggota melalui Gerakan 5.000 Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk memperkuat konsolidasi pemuda hijau secara nasional.
Iia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan, khususnya melalui aksi penanaman pohon, sebagai bentuk dukungan terhadap agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.Seminar Nasional ini dimoderatori oleh Martinus Laba Uung selaku Sekretaris Jenderal Jarnas Pemuda Hijau.
Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain Ndi Susanto (Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah Kemenpora), Munawar Asikin (Dosen dan Analis Kependudukan UNJ), Samadi (Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi UNJ), serta G. Borlak.Acara juga dihadiri jajaran Dewan Penasihat Jarnas Pemuda Hijau, di antaranya Jacobus “Jack” Bouk, Minche Pieter, Lily Tandjung, serta Ketua Jarnas Pemuda Hijau Sukabumi, Dani Abdilah.
Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain Andi Susanto (Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah Kemenpora), Munawar Asikin (Dosen dan Analis Kependudukan UNJ), Samadi (Koordinator Program Studi Pendidikan Geografi UNJ), serta G. Borlak. Acara dimoderatori oleh Martinus Laba uung, sekaligus Sekretaris Jenderal Jarnas Pemuda Hijau.
Acara juga dihadiri jajaran Dewan Penasihat Jarnas Pemuda Hijau, di antaranya Jacobus “Jack” Bouk, Minche Pieter, Lily Tandjung, serta Ketua Jarnas Pemuda Hijau Sukabumi, Dani Abdilah.

