
aktivis-indonesia.co.id ||AGAM, Desember 2025 – Yayasan Pendidikan Rujukan Umat yang beralamat jln bandas beringgin kelurahan balai gadang kecematan koto tanggah Padang,
kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.(10/12/25)
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok (sembako), kebutuhan rumah tangga dan pakaian siap pakai. Aksi kemanusiaan ini terselenggara berkat dukungan para donatur Yayasan Pendidikan Rujukan Umat yang berkolaborasi dengan dua lembaga di bawah naungannya, yakni KITA Generation Muthmainnah dan Bimbel Student Clinic.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan yayasan, relawan pendidik, serta sejumlah donatur pada Desember 2025, sesaat setelah akses jalan menuju sebagian wilayah Malalak mulai dapat dilalui oleh kendaraan tim relawan.
Tim yayasan bertolak dari Padang menggunakan iring-iriingan kendaraan logistik. Setibanya di lokasi, bantuan diserahkan langsung kepada warga di sejumlah titik seperti toboh sebagai salah satu daerah terparah di malalak, kemudian di sigiran yang akses terputus setlah bencana melanda. pengungsian dan wilayah terdampak di Nagari Malalak, dengan berkoordinasi bersama perangkat nagari dan relawan lokal setempat.
Soroti Wilayah Terisolir Sigiran
Dalam peninjauan di lapangan, Yayasan Pendidikan Rujukan Umat menemukan fakta penting terkait distribusi logistik. Tim relawan mencatat adanya ketimpangan distribusi bantuan di lapangan yang perlu menjadi perhatian bersama.
Akses jalan yang terputus total setelah kawasan Toboh menyebabkan wilayah setelahnya, yakni Sigiran, menjadi terisolir. Kondisi ini membuat distribusi bantuan menumpuk di wilayah yang mudah dijangkau, sementara warga di wilayah terisolir mulai mengalami krisis bahan makanan.
Ketua Yayasan Pendidikan Rujukan Umat menyampaikan pesan mendesak kepada para donatur dan relawan lain yang akan menuju lokasi bencana.
“Kami melihat bantuan untuk wilayah Toboh sudah mulai mengalir dan cukup wajar. Namun, kami sangat menghimbau agar perhatian donatur dilebihkan untuk saudara-saudara kita di daerah Sigiran. Akses menuju ke sana terputus setelah Toboh, sehingga mereka terisolir,” ujar Ketua Yayasan.
Ia menambahkan bahwa meskipun warga di wilayah terisolir tersebut mungkin tidak terkena dampak langsung hantam banjir bandang atau material longsor seperti di titik terparah, mereka kini menghadapi ancaman kelaparan akibat putusnya akses logistik.
“Masyarakat seringkali lupa akan daerah yang tidak kena bencana langsung tapi mati aksesnya. Mereka kelaparan karena terkurung. Karena itu, bagi donatur yang hendak ke Toboh, mohon upayakan bantuan bisa tembus atau dialokasikan lebih untuk Sigiran,” tegasnya.
Bantuan yang dibawa oleh Yayasan Pendidikan Rujukan Umat ini diharapkan tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi pemulihan keluarga, khususnya anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah.
Salah satu warga penerima manfaat menyampaikan rasa syukurnya atas kepedulian yang diberikan. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan harian kami di tengah kondisi sulit ini,” ungkapnya.

