
Aktivis-indonesia.co.id || Padang,-
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, memimpin rapat koordinasi darurat bersama BNPB dan unsur Forkopimda provinsi, dalam rangka menyikapi kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
Pokok Kebijakan & Keputusan:
Data korban dan kerusakan dari kabupaten/kota akan dikumpulkan secara terpusat dan terintegrasi untuk menghindari benturan dan ketidakakuratan. Dibuka jalur darurat secepat mungkin paling tidak jalur yang bisa dilalui sepeda motor agar bantuan dan logistik dapat cepat sampai ke wilayah terdampak.
Dibentuk saluran informasi satu pintu (hotline khusus) agar masyarakat dapat melaporkan keadaan dan kebutuhan dengan mudah, serta memudahkan koordinasi penanganan. Penunjukan posko pusat di Istana Gubernur sebagai posko terpusat dan penanggung jawab data tunggal oleh unsur gabungan, termasuk BPBD Sumbar bersama Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TNI) — untuk memastikan tindakan cepat, koordinasi efektif, dan distribusi bantuan merata.
Harapan & Imbauan Pemerintah Provinsi:gubernur dan kepala daerah mengajak seluruh lapisan masyarakat, aparatur pemerintah kabupaten/kota, serta pihak terkait , BPBD, TNI, Polri, dan relawan — untuk bersinergi mendukung penanganan bencana.
Data akurat, koordinasi cepat, dan akses logistik menjadi kunci agar bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran dan korban tertangani secepatnya.
Penutup:
Rapat darurat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam merespons bencana secara serius dan terencana. Dengan kebijakan terpusat, jalur darurat, saluran informasi, dan posko terpadu, diharapkan proses tanggap darurat berjalan cepat, tertib, dan efisien — serta membantu meminimalisir dampak terhadap masyarakat.

