
Aktivis-indonesia.co.id || Surabaya,-
Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) bersama Pagar Nusa (PN) Nyawiji Surabaya, BEM PTNU, serta Forum Mahasiswa Pagar Nusa (FMPN) Jawa Timur menggelar Kirab Merah Putih dan Parade Budaya Nusantara dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan Hari Toleransi Nasional pada Minggu (30/11).
Kirab dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute Taman Apsari – Tunjungan – Siola – dan doa bersama di kawasan bersejarah Hotel Yamato (Hotel Majapahit), tempat peristiwa 10 November 1945.Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penguatan nilai kebangsaan, persatuan, serta keberagaman yang terus digaungkan PNIB di berbagai daerah.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ruang publik agar tetap kondusif serta berpegang pada prinsip toleransi yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.
“Dari Surabaya, Kota Pahlawan, kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan seluruh elemen masyarakat adalah kekuatan utama bangsa. Komitmen terhadap persatuan dan nilai-nilai konstitusi harus terus dijaga,” ujar Gus Wal.Kirab yang diikuti ribuan peserta dari Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, dan daerah lain ini menampilkan ragam budaya nusantara serta mengangkat semangat patriotisme untuk memperkuat harmoni sosial.
alam kesempatan tersebut, PNIB juga menyampaikan seruan untuk terus menegakkan nilai toleransi dan moderasi beragama sebagai pilar penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai.Mengusung pesan “Dunia Satu Keluarga, Saatnya Indonesia Setara, Aman, Makmur, dan Damai,” kegiatan ini menegaskan komitmen lembaga dan komunitas yang hadir untuk mendukung terciptanya lingkungan sosial yang inklusif, terbuka, dan menghargai keberagaman.
Sebagai bagian dari pernyataan sikap, PNIB dan para peserta meminta pemerintah daerah serta aparat terkait untuk mempertimbangkan secara cermat setiap rencana penyelenggaraan kegiatan publik yang berpotensi menimbulkan sensitivitas atau keresahan masyarakat.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap terciptanya stabilitas, ketertiban, serta kesejahteraan bersama.Acara ditutup dengan doa bersama lintas agama untuk keselamatan bangsa serta bagi masyarakat di Jawa Timur, Sumatra, dan wilayah lain yang saat ini sedang menghadapi musibah bencana alam.

