
Aktivis-indonesia.co.id ||Padang,-
Provinsi Sumatera Barat memasuki fase darurat bencana setelah rangkaian banjir, banjir bandang, dan tanah longsor sejak 22–24 November 2025 terus meluas dan menimbulkan dampak yang semakin berat. Pemerintah Provinsi Sumbar telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana berlaku hingga 8 Desember 2025.
Update data terbaru menunjukkan korban dan kerugian meningkat tajam, sementara cuaca ekstrem diperkirakan masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
- KORBAN JIWA DAN DAMPAK KEMANUSIAAN
9 warga meninggal dunia di berbagai kabupaten/kota.
Di Kota Padang, kawasan Koto Tangah & Lubuk Minturun mencatat korban terbanyak akibat banjir bandang.
27.433 warga terdampak di Kota Padang saja, dengan lebih dari 20.000 jiwa berada di zona risiko tinggi.
Ratusan rumah rusak dan terendam, beberapa hanyut terbawa arus.
Sejumlah warga masih terisolasi akibat akses yang tertutup material longsor.
- WILAYAH TERPARAH TERDAMPAK
Kota Padang
Puluhan titik banjir dan longsor.
Akses vital seperti Padang–Bukittinggi dan Padang–Solok sempat tertutup.
Ribuan rumah terendam, jalur drainase jebol, dan sungai meluap.
Pesisir Selatan
Teridentifikasi sebagai wilayah dengan kerugian terbesar.
Kerusakan infrastruktur, rumah warga, dan fasilitas publik mencapai ± Rp 108 miliar.
Kabupaten Agam
8 kecamatan terdampak.
33 rumah terendam dan 171 meter jalan rusak.
Sawah/ladang tertimbun material longsor.
Kabupaten Pasaman Barat & Pasaman
Ratusan rumah tergenang.
Sejumlah nagari mengalami kerusakan jaringan infrastruktur dasar.
- KERUGIAN MENCAPAI RATUSAN MILIAR
Data awal BPBD Sumbar mencatat kerugian ± Rp 4,9 miliar.
Namun asesmen terbaru di lapangan menunjukkan angka riil jauh lebih besar.
Dengan Pesisir Selatan saja mencapai Rp 108 miliar, maka total kerugian provinsi diperkirakan melampaui ratusan miliar rupiah dan berpotensi terus bertambah.
- KONDISI CUACA: ANCAMAN BELUM USAI
BMKG memperingatkan:
Hujan lebat intensitas tinggi
Petir dan angin kencang
Potensi banjir susulan & tanah longsor
Periode siaga berlangsung hingga 29 November 2025, dengan beberapa wilayah di Sumbar masuk kategori risiko tinggi (red zone).
- SERUAN DAN REKOMENDASI TIM
Kami, Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia, menyampaikan seruan penting:
- Pemerintah pusat dan daerah agar mempercepat pengerahan alat berat ke titik-titik terisolasi.
- Relawan dan masyarakat diminta tetap siaga dan mematuhi instruksi BPBD, terutama di sekitar bantaran sungai dan perbukitan.
- Transparansi data sangat diperlukan agar penanganan bencana tepat sasaran.
- Distribusi bantuan darurat perlu diprioritaskan untuk keluarga korban jiwa, kelompok rentan, dan wilayah yang masih terdampak parah.
- Penguatan mitigasi harus menjadi prioritas setelah masa tanggap darurat selesai, mengingat intensitas cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
- KOMITMEN KAMI
Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia akan terus:
Menghimpun data faktual di lapangan,
Menyampaikan informasi akurat kepada publik,
Menjadi jembatan suara masyarakat kepada pemerintah pusat dan daerah.t
Kami berdiri di garis depan untuk memastikan setiap kejadian, korban, dan kerusakan dicatat, disuarakan, dan ditindaklanjuti.
(*Tim Redaksi)

