
Aktivis-indonesia.co.id ||PADANG — Program Padang Rancak Award kembali menjadi salah satu gerakan besar Pemko Padang yang mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa Padang Rancak Award bukan hanya ajang lomba keteraturan antar-RT, tetapi juga sarana menguatkan kembali budaya gotong royong sebagai identitas utama Kota Padang.Pada penyelenggaraan tahun ini, sedikitnya 3.546 Ketua RT dari 11 kecamatan ikut serta.
Partisipasi massif ini menunjukkan bahwa program tersebut telah berkembang menjadi gerakan kolektif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.Pelaksanaan lomba digelar melalui empat tahap penilaian berbasis sistem dan lapangan:
1. Self-assessment melalui aplikasi Padang Mobile.
2. Verifikasi data oleh perangkat kecamatan dan kelurahan.
3. Penilaian lapangan oleh 300 mahasiswa dari Universitas Ekasakti (UNES) dan AAI sebagai verifikator independen.
4. Finalisasi penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis, dan unsur pemerintah.Fadly menjelaskan bahwa indikator penilaian tidak hanya fokus pada kebersihan, tetapi juga menilai gotong royong warga, kepemimpinan RT/RW, inovasi lingkungan, serta konsistensi gerakan di masing-masing wilayah. Menurutnya, kebersihan yang berkelanjutan hanya terwujud apabila warga memiliki rasa memiliki terhadap lingkungan mereka.“Semangat gotong royong adalah kekuatan terbesar masyarakat kita.
Lewat Padang Rancak Award, kita ingin budaya itu hidup kembali di tiap sudut kota,” tegasnya.Selain apresiasi berupa hadiah uang tunai bagi RT, RW, dan Bank Sampah terbaik, Pemko Padang menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah menciptakan lingkungan kota yang sehat, tertib, dan layak huni secara berkelanjutan.Fadly juga optimis bahwa gerakan besar ini menjadi fondasi kuat untuk mendorong Kota Padang meraih Piala Adipura, sebagai simbol keberhasilan daerah dalam pengelolaan kebersihan dan lingkungan.
Dengan kolaborasi warga, akademisi, dan pemerintah, Padang Rancak Award menjadi momentum penting untuk menata lingkungan sekaligus menghidupkan kembali nilai sosial yang menjadi kekuatan masyarakat Minangkabau: gotong royong.

