
Aktivis – Indonesia.Co.Id. | PADANG — Wakil Presiden RI periode 2019–2024, Ma’ruf Amin, menegaskan bahwa potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp80 triliun per tahun. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal dan menyeluruh.Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri International Waqf Conference di Hotel Truntum, Kota Padang.
Ma’ruf Amin menekankan perlunya penguatan tata kelola:
“Wakaf itu potensinya besar sekali, namun belum terkelola dengan baik. Karena itu diperlukan upaya sistematis, penguatan kelembagaan, dan sumber daya,” ujarnya.
Hadir Enam Negara dan 1.253 PesertaKonferensi internasional ini diikuti delegasi dari Malaysia, Mesir, Kuwait, Saudi Arabia, Maroko, dan Syria, serta menarik sekitar 1.253 peserta. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi.Tokoh nasional yang hadir antara lain:
Ma’ruf Amin (Wapres RI 2019–2024),Pimpinan MPR RI, Menteri Agama,Pimpinan Ponpes Modern Gontor,Para gubernur se-Indonesia.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa wakaf merupakan instrumen ekonomi umat yang harus dikelola secara profesional.
“Jika dikelola dengan baik, wakaf dapat menjadi solusi pembangunan berkelanjutan, menggerakkan UMKM, hingga memperkuat ketahanan pangan nasional,” jelas Mahyeldi.Ia juga menargetkan Sumbar menjadi daerah yang menerapkan green fiscal berbasis wakaf, sejalan dengan visi ekonomi berkelanjutan.
Reporter : Redaksi

