
Aktivis-Indonesia.Co.Id. | Padang – Kaperwil Sumatera Barat Aktivis-Indonesia menemukan fakta kuat bahwa kelangkaan solar dan pertalite yang dikeluhkan warga Sumbar dalam beberapa pekan terakhir ternyata dipicu oleh aktivitas mobil lansir yang dioperasikan jaringan mafia minyak.
Mobil-mobil ini diduga melakukan pengisian BBM bersubsidi berkali-kali dalam volume tidak wajar di sejumlah SPBU, menggunakan tangki modifikasi, serta bergerak dalam pola terkoordinasi. BBM yang dikumpulkan kemudian dialihkan untuk aktivitas ilegal, termasuk PETI dan penjualan harga tinggi ke luar daerah.
Akibatnya, pasokan untuk masyarakat umum menjadi terganggu dan menimbulkan:
Antrian panjang di SPBU
Nelayan dan sopir truk kesulitan beroperasi
UMKM dan transportasi logistik tersendat
Potensi kerugian negara dalam jumlah besar
Desakan Resmi Aktivis-Indonesia Kepada Pertamina
Aktivis-Indonesia meminta Pertamina untuk:
- Mengambil langkah tegas terhadap SPBU yang melayani pengisian mobil lansir di luar batas kewajaran.
- Menerapkan sistem barcode dan kontrol digital ketat di seluruh SPBU yang rawan disusupi mafia.
- Membentuk tim khusus penindakan bersama aparat penegak hukum untuk memutus rantai mafia distribusi BBM.
- Melakukan audit distribusi di wilayah Sumbar secara menyeluruh.
Seruan kepada Aparat Penegak Hukum
Aktivis-Indonesia mendesak:
Polisi dan Kejaksaan menindak operasional mafia minyak secara hukum
Pemerintah daerah ikut melakukan pengawasan lapangan
Penutupan jaringan penimbunan yang merugikan publik
Kelangkaan ini harus segera ditangani agar tidak menimbulkan instabilitas ekonomi daerah dan keresahan masyarakat.
Reporter : Redaksi

