
Aktivis-Indonesia.Co.Id. | Subulussalam Aceh – Di tengah meningkatnya dinamika sosial serta penindakan aparat terhadap warga yang diduga menimbulkan keresahan, peran AKTIVIS kembali menjadi sorotan publik. Tidak sedikit masyarakat yang menilai bahwa kehadiran AKTIVIS justru memperbesar masalah. Namun, pandangan tersebut dinilai keliru dan perlu diluruskan. Pada Hari Kamis 23 Oktober 2025.
AKTIVIS bekerja berdasarkan laporan masyarakat dan fakta di lapangan. Apa yang diberitakan bukan opini sepihak, melainkan hasil investigasi, konfirmasi, dan verifikasi dari berbagai sumber. Tugas AKTIVIS adalah menyampaikan informasi, bukan menambah masalah.
“Jangan salah paham. Kami AKTIVIS hanya menyampaikan apa yang terjadi di lapangan. Kalau masyarakat melapor, kami tindak lanjuti. Kalau aparat bertindak, kami beritakan. Itu bagian dari kerja jurnalistik,” ungkap seorang jurnalis lokal Subulussalam yang ikut meliput kejadian terbaru.
Menanggapi berbagai kesalahpahaman yang berkembang, RAJA IRFANSYAH, AKTIVIS juga angkat bicara.
“AKTIVIS itu bukan musuh masyarakat. Justru kami ini jembatan antara masyarakat, aparat, dan pihak-pihak terkait. Kalau ada yang salah, AKTIVIS-lah yang biasanya pertama mengangkat dan membukanya ke publik,” tegas RAJA IRFANSYAH dalam pernyataan tertulisnya, KAMIS (23/10).
Ia juga menambahkan bahwa dalam banyak kasus, AKTIVIS justru menjadi garda terdepan dalam menjaga hak-hak masyarakat agar tidak dilanggar secara diam-diam.
“Tanpa AKTIVIS, banyak kasus tidak akan terungkap. Tapi kalau AKTIVIS dikambinghitamkan, itu bahaya. Kita bisa kehilangan kontrol sosial yang penting dalam demokrasi,” tambahnya.
RAJA IRFANSYAH juga mengingatkan bahwa jika ada keberatan terhadap pemberitaan, masyarakat memiliki hak untuk mengajukan hak jawab atau klarifikasi melalui mekanisme yang sah dan beradab.
“Kami terbuka terhadap kritik dan koreksi, tapi jangan salah sasaran. Jangan sampai AKTIVIS yang cuma menyampaikan fakta, justru dianggap sebagai biang kerok. Itu tidak adil.”
Dengan ini, masyarakat diimbau untuk tidak mudah menyalahkan atau menaruh curiga berlebihan kepada Para AKTIVIS. Media dan jurnalis hanya menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Mari bersama-sama menjaga suasana damai dan membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat, aparat, dan insan pers demi kemajuan Subulussalam dan keadilan untuk semua.
Reporter : Redaksi

