
Aktivis-Indonesia.Co.Id. | Medan Sumatera Utara – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Anti Narkotika Nasional (DPC GANN) Medan melaksanakan audiensi resmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut), Brigjen Pol Tatar Nugroho, SIK,.SH,.MH, Pada Hari Senin (23/02/2026) di Kantor BNNP Sumatera Utara, Medan.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC GANN Medan, Syoekri Latief Pinem, didampingi Wakil Sekretaris Ray Pitty Siregar, ST, Bendahara Nova Elysa, SE, Ketua Divisi Keagamaan Ustad Muchyar, Ketua Divisi Srikandi Lucy Mardiana, ST, Ketua Divisi Litbang Roni Faisal Panjaitan, SE, serta Humas Hafiz Akew.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, SIK,.SH,.MH yang di dampingi kabid- kabidnya menyampaikan bahwa dirinya baru sekitar tiga bulan bertugas di Sumatera Utara. Ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah Sumut.
“Sinergitas dan kerja sama dengan lembaga-lembaga non-pemerintah sangat dibutuhkan. Upaya pemberantasan narkotika tidak bisa dilakukan sendiri oleh aparat penegak hukum, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut juga disoroti kondisi Sumatera Utara yang selama ini kerap disebut sebagai salah satu provinsi dengan tingkat penyalahgunaan narkotika tertinggi di Indonesia. Situasi ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan pendekatan komprehensif, mulai dari pencegahan, edukasi, rehabilitasi, hingga penindakan hukum yang tegas dan terukur.
Ketua DPC GANN Medan, Syoekri Latief Pinem, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk mendukung program-program BNNP Sumut, khususnya dalam bidang sosialisasi bahaya narkoba, edukasi berbasis komunitas, serta penguatan ketahanan keluarga dan generasi muda.
“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan BNNP Sumut dalam berbagai program strategis. GANN Medan berkomitmen menjadi mitra aktif dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Audiensi ini juga membahas rencana tindak lanjut berupa program bersama, termasuk kegiatan penyuluhan di lingkungan masyarakat, institusi pendidikan, rumah ibadah, serta penguatan peran perempuan melalui Divisi Srikandi dalam kampanye anti-narkoba.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan koordinasi antara BNNP Sumatera Utara dan organisasi masyarakat dalam membangun gerakan kolektif yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan demi menekan angka penyalahgunaan narkotika di Sumatera Utara.(
Reporter : Redaksi

