
aktivis-indonesia.co.id || Jakarta – Gelombang kritik kembali mengarah kepada Roy Suryo beserta pihak-pihak yang kerap berada dalam satu barisan sikap. Sejumlah kalangan menilai, pola pernyataan yang disampaikan di ruang publik cenderung memicu kontroversi tanpa diikuti penyajian data komprehensif yang dapat diverifikasi secara terbuka.
Berdasarkan penelusuran terhadap sejumlah pernyataan yang beredar di media sosial dan berbagai forum publik, ditemukan adanya klaim-klaim yang belum disertai rujukan dokumen resmi, kajian akademik, maupun keterangan lembaga berwenang. Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait akurasi, metodologi, serta dasar argumentasi yang digunakan.
Pengamat komunikasi politik menilai, figur publik terlebih yang pernah menduduki jabatan strategis negara ,memiliki tanggung jawab etik untuk memastikan setiap pernyataan yang dilontarkan tidak sekadar opini personal, melainkan berbasis fakta yang dapat diuji.
Dalam konteks demokrasi, kritik adalah hal wajar, namun penyampaian informasi yang tidak utuh berpotensi menciptakan disinformasi dan polarisasi.Selain itu, muncul dorongan agar pihak terkait membuka ruang klarifikasi dan debat terbuka berbasis data.
Transparansi dinilai penting untuk menghindari spekulasi serta menjaga kualitas diskursus publik.
Tim redaksi juga mencatat bahwa polemik yang berulang tanpa penyelesaian berbasis fakta dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap figur publik dan ruang demokrasi itu sendiri.
Hingga rilisan ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi tambahan yang menjawab secara detail berbagai pertanyaan publik yang berkembang.
(*ziqro)

