
aktivis-indonesia.co.id ||Padang — Dua bulan pasca-bencana longsor yang menimpa lereng Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang, mahasiswa menyoroti lambatnya penanganan dari pihak rektorat.
Sorotan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI, Timbul Halomoan Rambe, Sabtu (24/01/26).
Rambe menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya respons dan tindak lanjut dari pimpinan kampus sejak peristiwa longsor terjadi.
Hingga kini, kata dia, belum terlihat adanya upaya perbaikan di lokasi terdampak.“Sudah dua bulan longsor terjadi, namun sampai hari ini tidak ada perbaikan sama sekali,” ujar Rambe kepada wartawan.
Ia menilai perhatian pihak rektorat terhadap FEBI sangat minim dan terkesan mengabaikan keselamatan sivitas akademika di lingkungan fakultas tersebut.
“Seolah-olah kami dianaktirikan, padahal FEBI merupakan bagian dari UIN IB Padang,” katanya.
Menurut Rambe, FEBI selama ini memberikan kontribusi akademik yang besar bagi kampus. Namun, keselamatan dan kenyamanan mahasiswa justru tidak menjadi prioritas.
“Keselamatan dan kenyamanan kami seperti diabaikan. Respons yang kami terima hanya sebatas narasi kepedulian tanpa tindakan nyata,” ungkapnya.Ia juga menilai tidak adanya solusi konkret dari pihak rektorat menunjukkan persoalan longsor ini tidak dianggap serius.
“Jika memang peduli, tentu penanganan sudah dilakukan sejak awal,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rambe menjelaskan bahwa pembersihan puing-puing longsor di lereng FEBI dilakukan secara swadaya oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.“Kami membersihkan bebatuan dan tanah longsor dengan alat seadanya melalui gotong royong,” ujarnya.Ia menegaskan bahwa FEBI saat ini seolah berjalan sendiri tanpa dukungan dari pihak rektorat.
“Pimpinan fakultas, staf, karyawan, hingga mahasiswa turun langsung mengangkat puing-puing bebatuan dan tanah,” tegasnya.Rambe menyatakan mahasiswa FEBI akan terus menyuarakan aspirasi dan berencana menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak rektorat hingga ada solusi nyata.
“Kami akan terus bersuara sampai ada langkah konkret. Keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.Selain itu, seorang mahasiswa FEBI berinisial D yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi lereng yang dibiarkan dalam jangka waktu lama.
“Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat menimbulkan dampak yang lebih serius,” ujarnya.Ia berharap pihak kampus segera memberikan kejelasan terkait rencana perbaikan lereng tersebut.
“Kami berharap ada komunikasi yang jelas dan kerusakan ini segera diperbaiki,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dekanat FEBI UIN IB Padang belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang disampaikan mahasiswa. Tim redaksi masih menunggu konfirmasi dari pimpinan fakultas.(*Ziqro)

