
Pariaman, aktivis-indonesia.co.id —Aulia Mardhi Arif, Kepala Desa Punggung Lading, resmi terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kota Pariaman melalui pemilihan yang dilaksanakan pada Kamis, , pukul 14.00 WIB, bertempat di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) Kota Pariaman.
Pemilihan ini menjadi momentum penting bagi para kepala desa se-Kota Pariaman dalam merekonstruksi struktur internal forum yang sebelumnya mengalami kekosongan kepengurusan.
Proses pemilihan berlangsung melalui mekanisme musyawarah dan pemungutan suara yang sah serta sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku. Dalam proses tersebut, Aulia Mardhi Arif memperoleh mandat penuh dari para kepala desa untuk memimpin FKKD Kota Pariaman.
Terpilihnya Aulia Mardhi Arif, yang saat ini tercatat sebagai kepala desa termuda di Kota Pariaman, dinilai sebagai simbol menguatnya peran generasi muda dalam kepemimpinan desa.
Figur Aulia dipandang merepresentasikan semangat kepemimpinan yang kreatif, inovatif, dan progresif, dengan pendekatan pembaruan dalam tata kelola pemerintahan desa serta pembangunan yang adaptif terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya, Aulia Mardhi Arif menyampaikan komitmennya untuk menjadikan FKKD Kota Pariaman sebagai forum yang aktif, solutif, dan progresif. Ia menegaskan bahwa forum tidak hanya akan berfungsi sebagai wadah silaturahmi antar kepala desa, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam memperjuangkan kepentingan desa dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Pariaman.
“Kami ingin Forum Komunikasi Kepala Desa ini hadir sebagai mitra konstruktif pemerintah daerah, sekaligus menjadi ruang konsolidasi kepala desa dalam merumuskan gagasan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Aulia.
Dengan latar belakang kepemimpinan di tingkat desa serta dukungan dari para kepala desa se-Kota Pariaman, Aulia Mardhi Arif diharapkan mampu menjembatani kebutuhan riil masyarakat desa dengan arah kebijakan pembangunan daerah, serta memperkuat posisi strategis desa dalam pembangunan Kota Pariaman yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, Forum Komunikasi Kepala Desa Kota Pariaman direncanakan segera menyusun agenda kerja strategis, memperkuat koordinasi lintas desa, serta membangun pola komunikasi yang lebih efektif, sehingga forum tidak bersifat seremonial semata, melainkan menjadi instrumen kolektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan desa.(*Ziqro)

