
aktivis-indonesia.co.id || Jakarta, –
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada Senin (15/12). Dalam sidang tersebut, Presiden menyampaikan perkembangan terkini serta langkah-langkah strategis pemerintah dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Presiden menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat dan terkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat serta percepatan pemulihan pascabencana. Adapun sejumlah kebijakan dan capaian yang disampaikan Presiden Prabowo meliputi:
1. Pembangunan HunianPemerintah segera membangun hunian sementara dan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Mulai pekan ini, pembangunan sebanyak 2.000 unit rumah telah dimulai.
2. Kesiapan AnggaranAnggaran penanganan bencana telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjamin keberlanjutan penanganan dan pemulihan.
3. Dukungan Dana Operasional DaerahPemerintah pusat telah menyalurkan dana operasional secara langsung kepada pemerintah daerah terdampak, di luar anggaran pemulihan.
“Semua gubernur yang terdampak, langsung saya perintahkan mengirim dana operasional taktis 20 miliar rupiah. Semua bupati dan wali kota di 52 kabupaten/kota yang terdampak, langsung saya kirim 4 miliar rupiah.
Tiga hari setelah instruksi saya, uang sudah sampai di semua kabupaten,” ujar Presiden Prabowo.
4. Pengiriman Alat Berat dan LogistikSebanyak 1.000 unit alat berat telah dikirim, termasuk truk, ekskavator, tangki air bersih dan air minum. Pemerintah juga menambah armada truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portabel.
5. Pembangunan Jembatan DaruratPemerintah tengah membangun 50 unit jembatan Bailey, dengan 7 unit telah selesai dan siap digunakan.
6. Pengerahan Personel KeamananSebanyak 50.000 personel TNI dan Polri telah ditugaskan untuk membantu penanganan bencana dan menjaga keamanan di wilayah terdampak.
7. Distribusi Logistik UdaraPemerintah mengerahkan 50 helikopter serta beberapa pesawat angkut untuk mendukung distribusi logistik melalui jalur udara ke daerah-daerah bencana.Presiden menegaskan bahwa pengerahan sumber daya secara besar-besaran ini mencerminkan kapasitas Indonesia sebagai negara yang kuat dan mampu menangani bencana secara mandiri melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, serta seluruh elemen bangsa.
((editor : Ziqro)#CatatanSeskab

