
aktivis-indinesia.co.id ||jakarta,-
Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 triliun untuk mendukung pemulihan wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Dana tersebut dialokasikan untuk rekonstruksi rumah warga, pembangunan kembali infrastruktur, serta pemulihan fasilitas publik dan sosial di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Berdasarkan estimasi pemerintah, total kebutuhan biaya pemulihan mencapai Rp 51,82 triliun, dengan rincian:
Aceh: Rp 25,41 triliun
Sumatera Utara: Rp 12,88 triliun
Sumatera Barat: Rp 13,52 triliun
Selain itu, pemerintah juga menetapkan bantuan sebesar Rp 60 juta per rumah bagi warga yang rumahnya rusak berat atau hancur akibat bencana. Bantuan ini diberikan dalam bentuk pembangunan dan perbaikan rumah, bukan berupa uang tunai, guna memastikan kualitas dan ketepatan penggunaan anggaran.
Namun demikian, besarnya anggaran yang digelontorkan negara menuntut pengawalan ketat dari semua pihak. Masyarakat mengingatkan agar dana pemulihan benar-benar sampai ke korban secara utuh dan tepat sasaran, mengingat masih adanya trauma publik terhadap kasus penyalahgunaan dana bantuan oleh oknum tidak bertanggung jawab di berbagai peristiwa sebelumnya.
Publik berharap, anggaran Rp 60 triliun ini tidak mengalami kebocoran dalam proses birokrasi maupun pelaksanaan di lapangan. Transparansi, pengawasan lintas lembaga, serta partisipasi masyarakat dinilai penting agar dana pemulihan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga terdampak bencana.
(*ziqro)

