
aktivis-indonesia.co.id ||Jakarta — Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Ustadz Jel Fetullah atau dikenal sebagai Ustadz Jelita Donald, meluapkan kekecewaannya dalam rapat terkait pengelolaan izin tambang dan minimnya pengawasan di daerah rawan bencana.
Dalam forum tersebut, ia bahkan menggebrak meja sebagai bentuk protes keras terhadap lambannya respons pemerintah dalam menangani persoalan tambang dan dampak bencana alam yang terus berulang.Ustadz Jel menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat memprihatinkan, terutama di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, yang dalam beberapa pekan terakhir dihantam banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem. Ia menyebut banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, akses jalan terputus, serta kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi secara maksimal.
“Saya turun langsung. Saya lihat sendiri bagaimana warga berjuang bertahan di tengah kerusakan. Jangan sampai masyarakat jadi korban dua kali—korban bencana dan korban kelalaian negara,” tegasnya dalam rapat.
Ia mendesak pemerintah pusat untuk melakukan evaluasi total terhadap izin tambang, terutama yang berada di kawasan hulu dan wilayah rawan longsor.
Menurutnya, aktivitas tambang yang tidak terkendali ikut memperparah kerentanan lingkungan.Selain itu, Ustadz Jel juga meminta percepatan penyaluran bantuan, pembukaan akses yang terputus, serta penanganan jangka panjang berbasis mitigasi bencana.> “Negara harus hadir, bukan hanya setelah bencana terjadi, tetapi sebelum masyarakat menjadi korban,” tambahnya.

