
aktivis-indonesia.co.id || Padang,-
Upaya masyarakat Minangkabau untuk mewujudkan pembentukan Provinsi DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) memasuki fase baru. Setelah melalui rangkaian diskusi, konsolidasi, dan pertemuan lintas tokoh, rencana pembukaan Posko Bersama DIM di Sumatera Barat dipastikan segera direalisasikan. Posko ini disiapkan sebagai pusat koordinasi gerakan masyarakat adat, cendekiawan, organisasi kultural, serta berbagai unsur masyarakat yang konsisten memperjuangkan lahirnya provinsi berstatus keistimewaan berbasis nilai ABS-SBK (Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah).
Kehadiran Posko Bersama dinilai penting karena mampu menyatukan berbagai gagasan dan gerakan masyarakat yang selama ini berjalan terpisah. Dengan adanya posko, komunikasi antar-lembaga dan antar-tokoh akan menjadi lebih sistematis, terarah, serta memiliki garis komando yang jelas. Para inisiator menegaskan bahwa perjuangan legal-formal pembentukan Provinsi DIM membutuhkan kekuatan kolektif yang terorganisir, agar mampu menyampaikan aspirasi dengan data yang lengkap, bahasa yang tepat, dan dukungan masyarakat yang kuat.
Sejumlah organisasi adat, alim ulama, perantau, dan generasi muda Minang telah memberi dukungan moral terhadap rencana ini. Bagi mereka, perjuangan DIM bukan semata isu administratif, tetapi juga gerakan untuk mengembalikan marwah adat dan nilai-nilai kultural Minangkabau yang selama ini menjadi penyangga kehidupan sosial. Dalam kerangka provinsi berstatus istimewa, penguatan adat diyakini akan memberikan ruang lebih luas untuk masyarakat Minang agar lebih mandiri, berdaya, dan berkembang.
Saat ini, tim persiapan Posko Bersama sedang memfinalisasi struktur organisasi, menentukan titik lokasi posko utama, serta mempersiapkan perangkat administrasi. Beberapa kabupaten dan kota juga diusulkan membuka sub-posko sebagai pusat informasi di tingkat lokal. Struktur berlapis ini diharapkan mempercepat penyebaran informasi dan memudahkan masyarakat mengakses perkembangan perjuangan DIM.
Posko ini juga akan difungsikan sebagai pusat edukasi publik. Masyarakat yang ingin memahami konsep DIM, landasan hukum, tujuan pembentukan, hingga manfaat yang kemungkinan dirasakan nantinya akan dilayani oleh tim khusus. Pendekatan edukatif dilakukan untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun misinformasi yang kerap muncul dalam isu-isu kebijakan daerah.
Para penggerak menegaskan bahwa perjuangan DIM bukan gerakan konfrontatif terhadap pemerintah daerah maupun pusat. Sebaliknya, perjuangan ini diarahkan sebagai usulan konstruktif dengan mengikuti aturan yang berlaku, termasuk regulasi mengenai daerah otonom baru, tata kelola daerah istimewa, dan mekanisme politik yang diperlukan. Posko nantinya akan memiliki tim kajian akademik dan hukum untuk menyusun naskah resmi pengajuan ke pemerintah pusat.
Dukungan dari tokoh-tokoh perantauan Minang di berbagai provinsi Indonesia juga disiapkan untuk diperkuat. Para perantau—yang selama ini menjadi salah satu kekuatan besar Minangkabau—diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran, jejaring, dan dorongan moral. Konsolidasi dengan komunitas perantau akan dilakukan melalui pertemuan daring dan tatap muka.
Masyarakat berharap Posko Bersama ini tidak sekadar menjadi simbol perjuangan, tetapi pusat aktivitas yang melahirkan gerakan nyata, terukur, dan terencana. Dengan konsolidasi yang solid, persatuan antar-tokoh adat, dan dukungan publik yang luas, harapan terhadap lahirnya Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau semakin menguat.
Pembukaan Posko Bersama ini menandai bahwa perjuangan DIM memasuki babak yang lebih serius. Publik kini menantikan langkah selanjutnya: deklarasi resmi, penetapan struktur inti, serta program kerja yang akan dijalankan. Apa pun dinamika ke depan, kehadiran posko ini membuktikan bahwa aspirasi masyarakat Minangkabau terus hidup, tumbuh, dan semakin terorganisir dalam memperjuangkan masa depan daerahnya.(Reporter : Ziqro)

