
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul berbagai pernyataan dan klaim yang tidak didukung bukti kuat sehingga menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Kami menegaskan bahwa membahas isu penting dengan memanipulasi data, menafsirkan gambar digital tanpa dokumen resmi, atau membangun opini tanpa dasar ilmiah, bukanlah tindakan yang mencerminkan tanggung jawab publik.
Fakta yang harus ditegaskan:
- Institusi resmi lah yang memiliki kewenangan dan dokumen autentik, bukan individu yang hanya mengandalkan analisis sepihak dari foto digital.
- Manipulasi data, pembelokan narasi, atau interpretasi sembrono dapat menyesatkan masyarakat dan merusak kepercayaan publik.
- Publik berhak mendapatkan informasi yang akurat, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar sensasi atau pencitraan pribadi.
- Setiap pihak yang berkecimpung dalam isu publik seharusnya mengedepankan integritas, transparansi, dan verifikasi fakta, bukan mencari panggung dengan cara menebar kontroversi.
Kami mengingatkan bahwa setiap tindakan yang mencoba menyesatkan masyarakat dengan data yang tidak valid hanya menambah kegaduhan tanpa memberi solusi nyata. Dalam ruang demokrasi, diskusi harus dibangun di atas bukti, bukan asumsi dan manipulasi.
Kami menyerukan agar semua pihak kembali pada prinsip dasar:
Jangan hanya membuat kegaduhan—berikan data, hadirkan solusi, dan hormati kebenaran faktual.

