
Aktivis – Indonesia.Co.Id.| Jakarta — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah dan DPR dalam percepatan berbagai program strategis nasional.
Menurut keterangan resmi Sekretariat Kabinet, pertemuan membahas sejumlah agenda penting yang perlu segera diakselerasi, mulai dari ekonomi, hilirisasi industri, pembangunan olahraga, hingga situasi politik dan keamanan nasional.
- Penguatan Pertumbuhan EkonomiPresiden Prabowo dan Dasco membahas target pertumbuhan ekonomi nasional minimal 8%. Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ekonomi harus memberikan manfaat langsung ke masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, dan pembangunan yang lebih merata.
2. Percepatan HilirisasiKeduanya menegaskan bahwa program hilirisasi industri harus dipercepat di berbagai sektor. Presiden menekankan perlunya keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk memastikan proses hilirisasi berjalan dari hulu hingga hilir serta menghasilkan nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.
3. Pembangunan Fasilitas Olahraga NasionalPertemuan turut membahas rencana pembangunan fasilitas latihan atlet terpusat yang modern dan terintegrasi. Pemerintah juga menyiapkan program pengiriman atlet unggulan Indonesia untuk menjalani pelatihan intensif di luar negeri sebagai langkah memperkuat prestasi olahraga nasional.
4. Stabilitas Politik dan KeamananSejumlah isu politik dan keamanan nasional turut menjadi pembahasan. Presiden menegaskan bahwa stabilitas menjadi prasyarat utama dalam melaksanakan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan. Koordinasi eksekutif dan legislatif akan diperkuat untuk memastikan situasi nasional tetap kondusif.
5. Instruksi Tindak LanjutPresiden Prabowo memberikan arahan agar seluruh program yang dibahas segera ditindaklanjuti oleh kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah menegaskan komitmen bahwa manfaat program strategis harus cepat dan langsung dirasakan masyarakat.
Reporter : Redaksi

