
Aktivis – Indonesia.Co.Id. | Pidie Aceh – Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Andi Irsan M. Han, turut mendampingi Kasdam Iskandar Muda (IM) Brigjen TNI Yudha Fitri, Kapoksahli Pangdam IM Brigjen TNI Bambang Sulistyo Heri, S.Sos., M.Han, serta Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran dalam penyambutan kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin di Markas Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 857/Gana Gajahsora, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie.
Rombongan Menhan turut didampingi sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kemhan, antara lain Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Pangdam IM Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.IP, serta Kabagloghan Kemhan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, M.Eng, bersama para asisten Kasdam IM.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan pangkalan Yonif TP 857/GG, satuan baru yang dibentuk untuk memperkuat sistem pertahanan di wilayah Aceh. Menhan meninjau sejumlah fasilitas seperti dapur umum, barak remaja, serta bangunan penunjang lainnya yang masih dalam proses pembangunan.
Setibanya di lokasi, Menhan disambut oleh Danyonif 857/GG Letkol Inf Hervin Rahadian Jannat, S.H. melalui laporan jajar kehormatan. Selanjutnya Menhan menerima paparan terkait kesiapan satuan dalam melaksanakan tugas pokok sebagai Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
Dalam arahannya kepada prajurit, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TNI adalah rakyat. Harus menyatu dengan rakyat dan menghormati rakyat. Tidak boleh menyakiti hati rakyat. Junjung tinggi disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa,” tegas Menhan.
Ia juga menekankan bahwa pembentukan Yonif TP 857/GG merupakan amanat rakyat untuk memperkuat kedaulatan NKRI, serta mengingatkan prajurit agar selalu berpegang pada Sapta Marga dan 8 Wajib TNI dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesiapan Yonif TP 857/GG sebagai satuan baru yang strategis bagi pertahanan wilayah Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.
Reporter : Redaksi

