
Aktivis-Indonesia.Co.Id. | Kabupaten Bogor – Di Duga pemilik tambang berupaya membungkan Wartawan yang meliput kejadian longsor Tambang Emas mengakibatkan meninggal seorang pekerja tertimbun di lubang emas ilegal wilayah Bogor. Masyarakat berharap gubernur Jawa Barat diminta segera turun langsung dan menyidak kasus ini dengan tuntas.
Menurut informasi dari beberapa nara sumber pemilik tambang emas ilegal yang telan korban jiwa di lokasi gunung guruh Bogor, berupaya membungkam bahkan menurunkan anak buahnya untuk mencari jurnalis yang telah maikkan pemberitaan tersebut.
” Beberapa hari ada sekitar 8 orang, ke Delapan orang tersebut di duga suruhan pemilik tambang Emas mencari saya, ga saya temui karena tujuan mereka dengan itikad tidak baik.”ujarnya
Naas seorang pekerja di tambang emas ilegal Tertimbun di dalam lubang emas wartawan dilarang meliput tambang emas ilegal di kawasan gunung guruh.yang belokasi di Desa Banyuresmi, Kampung Cirangsad gunung guruh, RT .02/06, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Tambang emas longsor kembali menelan korban jiwa, diduga pekerja tambang tertimbun longsor pada saat beraktivitas di dalam lubang emas
” Kami saat ini di sekitar kejadian namun semua narasumber yang ingin kami wawancarai tidak ada yang mau bersuara, semua jawaban nya tidak mengetahui tapi memang benar adanya korban Tertimbun longsor di lobang emas. Kami masih upaya konfirmasi terus untuk mengetahui nama korban dan alamat korban.” salah satu jurnalis.

Menurut keterangan saksi-saksi mengatakan kepada awak media i lokasi gunung guruh di lobang insial HKM ada yang Ke Timbun satu Orang meninggal Dunia,barusan jam 00:12 WIB Pada Hari Rabu 24 September 2025.
Korban diketahui masyarakat sipil dari kampung cidoger awak media masih terus menggali informasi di seputar TKP kejadian namun sangat disayangkan awak media sulit menggauli infomasi diduga ditutup tutupi oleh pihak pihak terkait sehingga menghambat kinerja jurnalis di lokasi kejadian.
” Laporan kami di lapangan masih terus menggali informasi kami sulit mencari informasi dikernakan semua sudah di bungkam diduga oleh pemilik tambang emas tersebut red ungkap nya jurnalis yang hendak melakukan tugas jurnalistik di lokasi kejadian” ungkapnya
Beberpa masyarakat berharap peristiwa kejadian tersebut tembus langsung ke kang Dedi Mulyadi (KDM ) dan kepada Polda Jabar, Serta Polres Bogor diharapkan Dapat segera mengungkap tuntas adanya kejadian longsor tersebut yang mengakibatkan pekerja meninggal dunia di tambang emas ilegal tersebut
” Kami tim liputan sudah upaya konfirmasi kepada pihak terkait namun ada sedikit kendala dikernakan ada oknum- yang diduga menghalangi tugas kami.” Pungkasnya
Menurut pengakuan salah satu warga mengatakan dalam bahasa sunda Ach pan budak pan sarakah jalmana, ku aing diajak balik embung. Gek gacong kadinya ku lobang piral. Sabodo ceuk urang teh, Aih. Kurang mah balikna ja asupna ja isuk isuk. Uing mah balik Jeung barudak Jeung urang pengaur sawareh na maranehna mah kadinya. cenah nu beunang opat belasan nu ceuk budak itu nu katiplek. Anu geus kandele mimiti Karak tilu. Laju nu dikadekan ku furkon, tiluan deui,Adi Jaro ade NU ngadenge teh cek budak teuing posisi na keur direntalan harita.
Menurut nara sumber sekittar pukul 02;00 WIB dini hari pemilik tambang datangi rumah kediaman Wartawan dengan membawa 4 mobil, Bahkan wartawan tersebut sempat diancam dan di todong pistol. Dampak dari liputan dugaan kasus tambang emas longsor menimbun 14 pekerja tambang.
” Pada malam hari ada OTK menyerang jurnalistik wartawan ada yang di todong pistol dan di datangin oleh 4 mobil OTK yang mencoba mengkriminalisasi, serta mencoba mengintimidasi percobaan pembunuhan Jurnalistik Wartawan oleh orang tidak di kenal, di TKP kejadian di depan polres Lebak jam 2 malam dampak liputan duggan kasus tertimbun 14 orang pekerja di lokasi tambang emas ilegal di gunung guruh. Diduga pemilik tambang emas tersebut tidak terima di liput oleh wartawan, sehingga wartawan di geruduk ke depan rumah nya di datangi banyak orang.’ Pungkas warga saat dikonfirmasi oleh awak media.
Warga yang melihat peristiwa penggerudukan mengenali orang yang ada di keempat mobil tersebut, Bahkan dalam satu mobil ada oknum. Nama yang di ketahui yang intimidasi dan pengacaman terhadap jurnalis telah dikantongi oleh penasehat Hukum
Reporter : Redaksi

